Meningkatkan Keselamatan Donor dan Pasien dalam Transfusi

Pada tanggal 28 Mei 2024, Program Studi Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro menyelenggarakan Kuliah Tamu dengan tema “Donor and Patient Safety in Transfusion”. Acara ini diselenggarakan secara online dan dihadiri oleh para peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis Patologi Klinik. Narasumber utama pada kesempatan ini adalah Dr. dr. Teguh Triyono, M.Kes, Sp.PK., Subsp.B.D.K.T (K), Subsp.K.V. (K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, seorang spesialis konsultan di bidang Bank Darah dan Kedokteran Transfusi dan menjabat sebagai Wakil Ketua I Pengurus Pusat PDS PatKLin.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta didik dalam bidang Bank Darah dan Kedokteran Transfusi, terutama dalam aspek keamanan bagi pendonor dan pasien penerima transfusi. Dr. Teguh Triyono menyampaikan materi yang sangat komprehensif tentang pentingnya transfusi yang aman dan risiko yang mungkin terjadi baik pada pendonor maupun resipien. Beberapa risiko yang dibahas antara lain hematoma, perdarahan, inflamasi, defisiensi besi, hiperventilasi, hingga SAED (Serious Adverse Effect Donation).

Dr. Teguh menekankan bahwa transfusi yang aman mencakup beberapa aspek penting, seperti penggunaan komponen darah yang tepat, keberadaan petugas pendonor yang berkualitas, proses transfusi darah yang benar, serta komunikasi yang baik antara pendonor dan petugas pendonor. Selain itu, perhatian khusus juga harus diberikan terhadap efek samping yang mungkin timbul akibat transfusi.

Setelah sesi pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang dimoderatori oleh dr. Dian Widyaningrum, Sp.PK, M.K.M. Para peserta sangat antusias dalam sesi ini, mengajukan berbagai pertanyaan dan berdiskusi secara mendalam mengenai materi yang telah disampaikan.

Kegiatan ini diakhiri dengan foto bersama secara online, sebagai kenang-kenangan dari acara yang sangat bermanfaat ini. Kuliah Tamu ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengetahuan yang lebih mendalam bagi para peserta didik, sehingga mereka dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam praktik klinis sehari-hari, khususnya dalam memastikan keamanan dan keselamatan dalam proses transfusi darah.